Minggu, 10 Juli 2011

Membuat Mail Server Pada Sistem Operasi Windows 2003 Server



Kali ini saya akan membahas bagaimana caranya membuat mail server pada Sistem Operasi Windows 2003 Server. Alasan saya Kenapa menggunakan Windows 2003 server untuk membuat mail server? Karena kebetulan ditempat kerja saya untuk sistem operasi Server jaringannya mengunakan Windows 2003 Server? Dan mungkin ada yang bertanya “kenapa tidak pakai Linux?” alasannya singkat seperti telah disebutkan sebelumnya, alasan lainnya karena memang pertama kali saya mempelajari Sistem Operasi Jaringan yaitu berbasis windows ketika masih kuliah, meskipun perlahan-lahan saya juga sedang mempelajari administrasi jaringan Linux. Adapun nanti yang akan saya bahas yaitu Membuat Mail Server dengan mengunakan fitur, fasilitas dan fungsi yang terdapat di Windows 2003 Server, instalasi Mail Server, Konfigurasi E-mail server serta konfigurasi E-Mail client dengan menggunakan Outlook Express, untuk Implementasinya saya menggunakan Windows 2003 Server Enterprise Edition, yang jelas software windows 2003 yang saya gunakan ini didapat ketika saya mengikuti Acara workshop Windows 2003 Server Training Microsoft Certified Sistem Engineer yang diselenggarakan oleh Microsoft User Group Indonesia (MUGI) Priangan, yang dilaksanakan di Kampus AMIK Garut awal tahun 2005 dan saat itu kebetulan saya tengah menyelesaikan program Diploma 3 dibangku kuliah. Tapi bagi anda yang ingin mengimplementasikannya silahkan cari sendiri Software Windows 2003 servernya, karena saya tidak menyarankan anda untuk menggunakan software bajakan ^_^. Baiklah sudah cukup introduksinya mari kita mulai pembahasannya ?. Munkin semua orang sudah tahu bahwa Sistem Operasi Windows 2003 Server merupakan sistem operasi produk Microsoft yang digunakan sebagai sistem operasi untuk jaringan Client/Server dan jaringan peer to peer. Windows 2003 server juga merupakan pengembangan lebih lanjut dari windows 2000 Server. Windows 2003 Server juga dikenal dengan nama Windows .Net Server Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com Lisensi Dokumen: Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com. Windows 2003 Server memiliki memiliki beberapa fungsi server antara lain: · File and Printer Sharing · Web Server and Web Application Services · Mail Server · Terminal Server · Remote Access and Virtual Private Network · Directory Service · Domain Name Sistem (DNS) · DHCP Server · Windows Internet Naming Service (WINS) Server · Streaming Media Server E-Mail Server E-Mail atau electronic mail merupakan layanan yang utama di internet selain web. Windows 2003 menyediakan service e-mail tanpa harus menggunakan software khusus seperti Microsoft Exchange. E-Mail service di Windows 2003 Server mendukung 2 protokol utama yaitu POP3 (Post Office Protocol version 3) digunakan untuk mengambil e-mail diserver yang bekerja di Port TCP 110 dan SMTP (Simple Mail Transfer Protokol) digunakan untuk mengirim e-mail ke tujuan yang bekerja di port TCP 25. Untuk mengirim e-mail ke suatu tujuan maka kita memerlukan e-mail Address. Adapun E-Mail Address Mempunyai Format Sebagai Berikut : namaanda@domain Misalnya dedekurniadi@amikgarut.ac.id (dibaca dedekurniadi at amikgarut dot ac dot id) Dalam proses pengiriman dan penerimaan e-mail user bisa menggunakan e-mail client yang terinstall di Windows Maupun Linux misalnya, Microsoft Outloox, Mozilla Thunderbird, Eudora dan program e-mail lainnya. Baiklah saya mulai tahap-tahap pembuatan Mail Server. Sebelumnya saya asumsikan anda sudah menginstal windows 2003 server di PC anda Instalasi E-Mail Server E-Mail services dapat diinstall dari windows Component di Add Remove Program. Caranya : 1. Klik Start Menu | Control Panel | Add Remove Program kemudian tampil dialog Add/Remove Program. 2. Klik pilihan Add/Remove Windows Component Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com 3. Beri tanda ceklis untuk pilihan E-mail service kemudian klik Next. 4. Tunggulah hingga proses penginstalaan component selesai, setelah itu klik tombol Finish. Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com Konfigurasi E-Mail Server 1. Buka POP 3 Service Console dari Menu Start | Programs | Administrative Tools | POP3 Service Maka akan tampil POP3 Service seperti gambar dibawah ini : Gambar POP3 Service Console 2. Klik pada nama server untuk contoh pada gambar nama servernya adalah DODOL dan pada Jendela sebelah kanan klik menu New Domain. Maka akan tampil kotak dialog Add Domain. 3. Isi isi nama domain misalnya amikgarut.ac.id pada windows Add Domain kemudian klik OK. Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com Selanjutnya anda tinggal membuat Account Mailbox untuk tiap user. Adpun cara membuat mailboxnya adalah 1. klik pada domain amikgarut.ac.id yang telah anda buat tadi dan dijendela sebelah kanan pilih menu Add Mailbox. Maka akan muncul kotak dialog Add Mailbox 2. Isi nama mailbox untuk user beserta passwordnya kemudian klik OK. 3. Setelah itu akan muncul account mailbox yang anda buat. Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com Untuk menambahkan account mailbox lainnya bisa anda lakukan dengan cara yang sama. Konfigurasi E-Mail Client di Windows Berikut ini konfigurasi untuk e-mail client di windows XP adapun caranya adalah sebagai berikut 1. Klik Start Menu | Program | Outlook Express, setelah Outlook Express terbuka pilih menu Tools | Accounts. 2. Setelah muncul dialog Internet Account Klik Tab Mail. Klik tombol Add Mail kemudian masukan nama lengkap user E-mail. Kemudian Klik Next. Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com 3. Isikan E-Mail address user yang telah terdaftar di account Mailbox pada mail server kemudian klik Next. 4. Isikan Incoming mail server dan outgoing mail server sesuai dengan alamat mail server anda (domain atau IP Public server anda jika ada ) misalnya : 222.124.20.18 kemudian klik Next. Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com 5. Isikan Account Name sesuai dengan account mailbox yang anda buat misalnya dedekurniadi@amikgarut.ac.id kemudian isikan passwordnya lalu klik Next Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com 6. Klik Finish kemudian klik close untuk menutup jendela internet account. Selesai untuk konfigurasi E-Mail Client menggunakan Outlook Express. Sekarang anda sudah bisa mengirim dan menerima e-mail dengan menggunakan outlook express. Demikian uraian singkat membuat Mail server pada Sistem Operasi Windows 2003 server, catatan untuk latihan anda bisa mengimplementasikannya pada jaringan LAN, jika anda ingin mail server anda bisa mengirimkan e-mail ke jaringan luar e-mail lain (internet misal ke account yahoo.com, gmail.com, etc) server anda harus terhubung keinternet, lebih bagus jika server anda telah mempunyai koneksi 24 jam dan mempunyai ip public sendiri sehingga pengelolaan e-mail bisa anda kelola di server anda.

Selasa, 19 April 2011

Daur Hidup Sebuah Jaringan (terjemahan Cisco Discovery 4 bagian 2.2.1)


Jaringan komputer berkembang dengan pesat. Jaringan komputer tidak hanya berfungsi sebagai alat penghubung antar komputer. Jaringan komputer berkembang semakin cerdas dan jaringan juga berfungsi penting di dalam mengembangkan sebuah bisnis. Berbagai bisnis berkeinginan untuk mengembangkan jaringan mereka. Dengan mengedepankan teknologi, perusahaan-perusahaan dapat menambah pelayanan dan meningkatkan produksi mereka.

Layanan Daur Hidup Cisco
Layanan Daur Hidup Cisco dirancang untuk mendukung pengembangan jaringan. Layanan Daur Hidup Cisco mempunyai enam tahapan pengembangan. Setiap tahapan didefinisikan sebagai beberapa aktivitas yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan mengoperasikan teknologi Cisco dengan baik. Disamping hal tersebut, setiap tahapan juga mendukung pengoptimalan kinerja dari daur hidup sebuah jaringan. Proses tahapan ini juga sering dikenal sebagai PPDIOO, yang merupakan gabungan dari enam huruf awal tahapan-tahapan diatas.


Enam tahapan layanan Daur Hidup Cisco adalah sebagai berikut:
- Tahapan Persiapan (Prepare)
- Tahapan Perancangan (Plan)
- Tahapan Desain (Design)
- Tahapan Implementasi (Implement)
- Tahapan Operasi (Operate)
- Tahapan Pengoptimalan (Optimize)

Contoh Kasus: Jaringan pada Stadion Olahraga
Manajemen stadion bekerja dengan perusahaan jaringan untuk merenovasi dan memperbaharui jaringannya. Selama bertahun-tahun, jaringan stadion telah berkembang. Namun, sedikit pemikiran diberikan untuk tujuan dan desain bisnis infrastruktur secara keseluruhan. Beberapa proyek baru terus berjalan. Tetapi, administrator jaringan tidak memiliki pemahaman yang baik mengenai bandwidth, prioritas jaringan, dan kebutuhan lain untuk mendukung seperti jaringan yang lebih maju. Saat ini, manajemen stadion ingin untuk menambahkan fitur baru berteknologi tinggi tetapi jaringan tidak lagi mampu untuk mendukungnya.

Tahapan dalam Daur Hidup Jaringan
Perwakilan perusahaan jaringan bertemu dengan manajemen stadion untuk membahas proses yang akan digunakan untuk mendesain jaringan yang baru. Meskipun tahap desain hanya salah satu tahapan dalam daur hidup jaringan, semua dampak tahapan PPDIOO berpengaruh dalam keputusan desain.
Dalam tahapan persiapan dan perancangan, staf desainer jaringan dan stadion mengidentifikasi tujuan bisnis dan persyaratan teknis dari organisasi dan juga kendala-kendala yang memungkinkan. Persyaratan yang didapatkan pada tahapan ini akan berpengaruh dalam keputusan pada tahapan desain.
Tahapan pelaksanaan dimulai setelah persetujuan desain. Tahapan ini mencakup penggabungan desain baru pada jaringan yang ada.
Selama tahapan operasi dan pengoptimalan, pekerja stadion akan menganalisis dan memonitor kinerja dari jaringan.


1.Tahapan Persiapan

Selama tahapan ini, pihak manajemen dan staf perusahaan jaringan akan mendefinisikan beberapa tujuan bisnis seperti berikut:
- Peningkatan pengalaman pelanggan
- Pengurangan biaya
- Penambahan layanan tambahan
- Dukungan ekspansi perusahaan
Tujuan-tujuan tersebut memberikan sebuah landasan untuk sebuah kasus bisnis. Kasus bisnis biasanya digunakan untuk mengatur investasi keuangan yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan perubahan teknologi. Perusahaan mempertimbangkan kemungkinan hambatan-hambatan bisnis seperti anggaran, sumber daya manusia, kebijakan dan keterbatasan jadwal.


Setelah kasus bisnis diterima, staf perusahaan jaringan akan membantu dalam pengembangan stategi dan solusi untuk teknologi mendatang.
Strategi ini meliputi
Teknologi lebih lanjut yang mendukung pengembangan jaringan untuk saat ini dan aplikasi dan layanan mendatang, dan prioritasnya berdasarkan tujuan bisnis.
Orang, proses, dan peralatan dibutuhkan untuk mendukung operasi dan manajemen dari pengembangan teknologi.


Tahapan persiapan umumnya dilakukan sebelum perusahaan mengumumkan sebuah RFP (Request For Proposal) atau RFQ (Request For Quotation). RFP dan RFQ menjelaskan kebutuhan-kebutuhan untuk jaringan baru. Hal ini termasuk infomasi mengenai proses yang perusahaan gunakan untuk membeli dan menggunakan teknologi jaringan.


2.Tahapan Perencanaan

Selama tahapan perencanaan, desainer jaringan akan melakukan sebuah penilaian komprehensif mengenai situs dan berbagai operasi yang dilakukan. Penilaian ini akan mengevaluasi mengenai jaringan, operasi-operasi dan infrastrukur jaringan saat ini.
Staf jaringan komputer akan mengidentifikasi semua modifikasi fisik, lingkungan dan elektrikal. Mereka akan menilai kemampuan operasi sekarang dan infrastruktur jaringan untuk mendukung pengembangan teknologi baru. Semua perubahan pada infrastrukur, SDM, proses, dan peralatan-peralatan harus diselesaikan sebelum implementasi dari teknologi baru.
Aplikasi khusus yang menambah fitur dan fungsi yang dibutuhkan dari jaringan baru juga diidentifikasi pada tahapan ini. Staf jaringan komputer akan membuat sebuah dokumen mengenai kebutuhan-kebutuhan desain.
Perencanaan Proyek
Pada tahap ini, staf perusahaan jaringan dan manajemen stadium akan membuat sebuah perencanaan untuk membantu mengelola proyek. Perencanaan proyek meliputi
- Tugas
- Jadwal dan kejadian penting
- Risiko-risiko dan kendala-kendala
- Tanggung jawab
- Sumber daya yang dibutuhkan
Perencanaan tersebut harus dalam lingkup, biaya, dan batasan sumber daya yang ditetapkan dalam tujuan sebelumnya. Baik dari pihak manajemen stadion dan perusahaan jaringan menugaskan staf mereka untuk mengelola proyek.


3.Tahapan Desain

Pada tahapan desain, staf perusahaan jaringan menggunakan persyaratan awal dalam tahapan perencanaan untuk melakukannya.
Dokumen persyaratan-persyaratan desain mendukung berbagai spesifikasi yang teridentifikasi dalam tahapan persiapan dan perencanaan untuk
- Kemampuan ketersediaan
- Kemampuan skalabilitas/pengembangan
- Kemampuan keamanan
- Kemampuan pengelolaan
Desain harus dapat fleksibel untuk memenuhi perubahan-perubahan ataupun tambahan-tambahan leibh lanjut mengenai tujuan ataupun kebutuhan yang tiba-tiba. Teknologi harus diintegrasikan ke dalam operasi dan infrastrukutur jaringan saat ini.


Perencanaan Instalasi
Pada akhir tahapan desain, perancang jaringan menciptakan rencana-rencana mengenai panduan instalasi dan memastikan hasil akhinya seperti yang pelanggan inginkan. Rencana-rencana tersebut meliputi
- Konfigurasi dan pengetestan konektivitas
- Menerapkan sistem yang diusulkan
- Mendemostrasikan fungsi dari jaringan
- Migrasi operasi jaringan
- Memvalidasi operasi jaringan
- Melatih pengguna akhir dan personil pendukung
Selama tahapan desain dalam peningkatan jaringan stadion, semua desain jaringan diselesaikan. Setiap penambahan peralatan dan teknologi baru ditentukan dan diuji. Sebuah tinjauan mengenai usulan desain harus disesuaikan dengan tujuan-tujuan bisnis. Sebuah proposal akhir dihasilkan untuk melanjutkan implementasi penigkatan jaringan.


4.Tahapan Implementasi

Tahapan implemetasi dimulai setelah perusahaan jaringan menyelesaikan desain dan pelanggan menyetujuinya. Jaringan akan dibangun sesuai spesifikasi desain yang disetujui. Tahapan implementasi menguji kesuksesan ataupun kegagalan desain jaringan.
Pengujian Jaringan Baru
Pengujian semua ataupun sebagian dari jaringan baru dalam lingkungan yang terkendali akan membantu untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan setiap masalah implementasi sebelum instalasi sebenarnya dilakukan.
Setelah masalah-mnasalah teratasi, staf jaringan komputer akan menginstal solusi baru dan mengintegrasikannya pada jaringan yang ada. Ketika instalasi selesai, pengujian tambahan dilakukan.
Pengujian penerimaan tingkatan sistem akan memerika jaringan baru memenuhi tujuan bisnis dan persyaratan-persyaratan desain. Hasil-hasil dari pengujian ini akan dicatat dan menjadi bagian dari dokumentasi yang diberikan kepada pelanggan. Setiap pelatihan yang dibutuhkan oleh staf stadion harus diselesaikan selama tahapan ini.


5.Tahapan Operasi

Tahapan Operasi dan pengoptimalan dilakukan. Tahapan tersebut mewakili operasi sehari-hari dari sebuah jaringan. Staf stadion memonitor jaringan dan menbangun dasar jaringan. Pemantauan ini membantu perusahaan dalam mencapai kemampuan skalabilitas, ketersediaan, keamanan, dan pengelolaan secara maksimal.
Setelah jaringan baru dibangun, petugas stadion mengelola jaringan untuk memastikan bahwa jaringan dapat bekerja seperti spesikasi yang telah ditetapkan dalam tahapan persiapan dan perencanaan.
Mendefinisikan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur .


Kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur diperlukan untuk menangani masalah-masalah jaringan seperti
- Bahaya keamanan
- Perubahan konfigurasi
- Pembelian peralatan-peralatan


Pembaharuan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur setelah perubahan jaringan akan mengurangi masalah downtime, biaya operasi, dan isu-isu perubahan terkait. Jika sebelumnya belum ada kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur, pembuatan kebijakan dan prosedur merupakan hal yang penting untuk dilakukan.


6.Tahapan Pengoptimalan

Pengoptimalan jaringan merupakan sebuah proses berkelanjutan. Tujuan dari hal ini adalah untuk meningkatkan kinerja dan kehandalaan jaringan dengan mengidentifikasi dan mengatasi masalah-masalah sebelum hal tersebut terjadi. Dengan melakukan hal ini, hal tersebut dapat memastikan tujuan bisnis dan persyaratan-persyaratan dari perusahaan akan terpenuhi.

Masalah-masalah jaringan yang secara umum dapat ditemukan dalam tahapan ini seperti:
- Fitur tidak kompatibel
- Tidak cukupnya kapasitas link
- Kinerja peralatan bermasalah ketika beberapa fitur diaktifkan
- Kemampuan skalabilitas protokol-protokol

Dikarenakan perubahan tujuan bisnis, strategi dan operasi-operasi dari teknologi mungkin tidak dapat beradaptasi. Pada beberapa titik, desain ulang diperlukan dan siklus PPDIOO dimulai lagi.

Selasa, 12 April 2011

TUGAS JARKOM 4 6P41


Router 1

CHACHA(config)#hostname Cha1

Cha1(config)#int fa1/0

Cha1(config-if)#ip add

Cha1(config-if)#ip address 172.18.0.1 255.255.0.0

Cha1(config-if)#no shut

Cha1(config-if)#exit

Cha1(config)#int fa0/0

Cha1(config-if)#ip add 172.19.0.1 255.255.0.0

Cha1(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up

Cha1(config-if)#exit

Cha1(config)#int s2/0

Cha1(config-if)#ip add 172.17.0.1 255.255.0.0

Cha1(config-if)#cl

Cha1(config-if)#clock rate 9600

Cha1(config-if)#no shut

Cha1(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial2/0, changed state to down

Cha1(config-if)#

%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

Cha1#

Cha1(config)#router eigrp 1

Cha1(config-router)#no au

Cha1(config-router)#no auto-summary

Cha1(config-router)#net

Cha1(config-router)#network 172.19.0.0

Cha1(config-router)#network 172.18.0.0

Cha1(config-router)#network 172.17.0.0

Cha1(config-router)#network 172.16.0.0

Cha1(config-router)#network 172.20.0.0

Cha1(config-router)#network 10.1.0.0

Cha1(config-if)#ip sum

Cha1(config-if)#ip summary-address

Cha1(config-if)#ip summary-address eigrp 100 172.12.0.0 255.255.0.0

Cha1(config-if)#^Z

%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

Cha1(config)#int s2/0

Cha1(config-if)#ip su

Cha1(config-if)#ip summary-address ei

Cha1(config-if)#ip summary-address eigrp 1 172.16.0.0 255.248.0.0

Cha1(config-if)#

%DUAL-5-NBRCHANGE: IP-EIGRP 1: Neighbor 172.17.0.2 (Serial2/0) is up: new adjacency

Cha1(config-if)#^Z

%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

Cha1#show ip route

Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP

D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area

N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2

E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP

i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area

* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR

P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

172.16.0.0/16 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks

D 172.16.0.0/13 is a summary, 00:00:10, Null0

D 172.16.0.0/16 [90/20514560] via 172.17.0.2, 00:00:07, Serial2/0

C 172.17.0.0/16 is directly connected, Serial2/0

C 172.18.0.0/16 is directly connected, FastEthernet1/0

C 172.19.0.0/16 is directly connected, FastEthernet0/0

D 172.20.0.0/16 [90/21024000] via 172.17.0.2, 00:00:07, Serial2/0

Cha1#

Router 2

Router>en

Router#conf t

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Router(config)#]h

Router(config)#h

Router(config)#hostname Cha2

Cha2(config)#int fa0/0

Cha2(config-if)#ip add 172.16.0.1 255.255.0.0

Cha2(config-if)#no shu

Cha2(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up

Cha2(config-if)#exit

Cha2(config)#int s2/0

Cha2(config-if)#ip add 172.17.0.2 255.255.0.0

Cha2(config-if)#no sh

Cha2(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial2/0, changed state to up

Cha2(config-if)#

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial2/0, changed state to up

Cha2(config-if)#exit

Cha2(config)#int s3/0

Cha2(config-if)#ip add 172.15.0.1 255.255.0.0

Cha2(config-if)#clo

Cha2(config-if)#clock r

Cha2(config-if)#clock rate 9600

Cha2(config-if)#no sh

Cha2(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial3/0, changed state to down

Cha2(config-if)#

Cha2#conf t

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Cha2(config)#int s3/0

Cha2(config-if)#ip add 172.20.0.1 255.255.0.0

Cha2(config-if)#cl

Cha2(config-if)#clock ra

Cha2(config-if)#clock rate 9600

Cha2(config-if)#no sh

Cha2(config-if)#no shutdown

Cha2(config-if)#

Cha2(config-if)#^Z

Cha2(config)#router eigrp 1

Cha2(config-router)#net

Cha2(config-router)#network 172.19.0.0

Cha2(config-router)#network 172.18.0.0

Cha2(config-router)#network 172.17.0.0

Cha2(config-router)#network 172.1.0.0

Cha2(config-router)#network 172.16.0.0

Cha2(config-router)#network 172.20.0.0

Cha2(config-router)#network 10.1.0.0

Cha2(config-router)#

Cha2(config)#int s2/0

Cha2(config-if)#

Cha2(config-if)#ip sum

Cha2(config-if)#ip summary-address ei

Cha2(config-if)#ip summary-address eigrp 1 172.16.0.0 255.248

^

% Invalid input detected at '^' marker.

Cha2(config-if)#ip summary-address eigrp 1 172.16.0.0 255.248.0.0

Cha2(config-if)#

Cha2(config)#int s3/0

Cha2(config-if)#ip summary-address eigrp 1 172.16.0.0 255.248.0.0

Cha2(config-if)#^Z

%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

Cha2#show ip route

Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP

D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area

N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2

E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP

i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area

* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR

P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

172.16.0.0/16 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks

D 172.16.0.0/13 is a summary, 00:00:10, Null0

C 172.16.0.0/16 is directly connected, FastEthernet0/0

C 172.17.0.0/16 is directly connected, Serial2/0

C 172.20.0.0/16 is directly connected, Serial3/0

Cha2#

Router 3

Router>EN

Router#h

Router#conf t

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Router(config)#h

Router(config)#hostname Cha3

Cha3(config)#int fa0/0

Cha3(config-if)#ip add 10.1.0.1 255.255.0.0

Cha3(config-if)#no s

Cha3(config-if)#no sh

Cha3(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up

Cha3(config-if)#exit

Cha3(config)#int s3/0

Cha3(config-if)#ip add 172.15.0.2 255.255.0.0

Cha3(config-if)#no shut

Cha3(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial3/0, changed state to up

Cha3(config-if)#

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial3/0, changed state to up

%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

Cha3#

Cha3#conf t

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Cha3(config-if)#ip add 172.20.0.2 255.255.0.0

Cha3(config-if)#

%DUAL-5-NBRCHANGE: IP-EIGRP 1: Neighbor 172.20.0.1 (Serial3/0) is up: new adjacency

Cha3(config-if)#no sh

Cha3(config-if)#no shutdown

Cha3(config-if)#^Z

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial3/0, changed state to up

Cha3(config-if)#e

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial3/0, changed state to upxit

Cha3(config)#int fa0/0

Cha3(config-if)#ip add 10.1.0.1 255.255.0.0

Cha3(config-if)#no sh

Cha3(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up

Cha3(config-if)#

Cha3(config)#router eigrp 1

Cha3(config-router)#no a

Cha3(config-router)#no auto-summary

Cha3(config-router)#net

Cha3(config-router)#network 172.19.0.0

Cha3(config-router)#network 172.18.0.0

Cha3(config-router)#network 172.17.0.0

Cha3(config-router)#network 172.16.0.0

Cha3(config-router)#network 172.20.0.0

Cha3(config-router)#network 10.1.0.0

Cha3(config-router)#

Cha3(config)#int s3/0

Cha3(config-if)#ip sum

Cha3(config-if)#ip summary-address ei

Cha3(config-if)#ip summary-address eigrp 1 172.16.0.0 255.248.0.0

Cha3(config-if)#^Z

Cha3#show ip route

Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP

D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area

N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2

E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP

i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area

* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR

P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

10.0.0.0/16 is subnetted, 1 subnets

C 10.1.0.0 is directly connected, FastEthernet0/0

D 172.16.0.0/13 is a summary, 00:00:24, Null0

C 172.20.0.0/16 is directly connected, Serial3/0

Cha3#